Ada satu hal yang kurang mambuat aku bahagia, yaitu saat dimana saudara dan teman-temanku hadir menyaksikan hari "bersejarahku" justru Ayahku (tidak satu rumah karena bercerai dgn ibu) sendiri tidak ada diantara kebahagiaan kami. Jujur, sesaat setelah aku mengikrarkan kalimah suci, air mataku turut tak terbendung karenanya.
Pertanyaan dan kecewa menjadi awan hitam dihari kebahagiaanku.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar